Senin, 22 Februari 2010

KONFIGURASI WIRELESS AP

1.Langkah awal yang saya lakukan adalah mengkonfigurasi IP Komputer yang digunakan, sesuai dengan range IP Default dari Access Point (AP) LinkSys WAP54G yaitu 192.168.1.245, dengan cara masuk ke My Network Places Æ Propertiessehingga pada LAN PC disetting menjadi :
IP addres : 192.168.1.20
Subnet Mask : 255.255.255.0
Preferred DNS server : 127.0.0.1
Atau terlihat seperti gambar dibawah ini.


Dan untuk menguji apakah sudah terkoneksi antara PC dan AP sudah terkoneksi maka dilakukan perintah ping pada ip 192.168.1.245 (IP Access Point), seperti pada gambar di bawah ini.



Apabila muncul reply dari 192.168.1.245 maka PC dan AP sudah berhasil terkoneksi.

2.Lalu membuka browser (pada AP side saya menggunakan Internet Explorer) lalu ketikkan http://192.168.2.1, dan masukkan password admin (password default AP), seperti pada gambar di bawah ini



Klik OK maka akan muncul tampilan setting Wireless AP LinkSys WAP54G seperti yang tampak pada gambar dibawah ini.




Lalu merubah konfigurasi default di atas dengan nilai-nilai sebagai berikut :

Device Name : LabTek
Configuration Type : Static IP
IP Address : 10.10.1.2
Subnet Mask : 255.0.0.0
Default gateway : 0.0.0.0

Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.


Lalu di klik Save Settings dan akan muncul pesan seperti di bawah ini.


Dan klik Continue. Maka settingan akan tersimpan.

3.Karena settingan IP pada AP sudah diubah akan muncul pesan error pada Internet Explorer, yang memberitahukan bahwa halaman tidak dapat ditampilkan. Hal ini terjadi karena range IP dari AP sudah berbeda dengan range IP PC, jadi harus dilakukan perubahan lagi pada IP PC. Yaitu seperti pada gambar di bawah ini.
Lalu dites lagi apakan AP dan PC sudah terkoneksi dengan ping ke alamat 10.10.1.2, apabila sudah terkoneksi maka akan muncul pesan Reply from 10.10.1.2 : Bytes=32 time=4ms TTL=64 seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Setelah mengubah settingan IP PC, diulang lagi masuk ke dalam settingan AP dengan mengetikkan http://10.10.1.2 pada address bar internet explorer.
Masukkan lagi password (admin) dan settingan AP akan muncul seperti semula tetapi dengan IP yang berbeda yaitu 10.10.1.2.

4.Langkah selanjutnya adalah menset AP sebagai Access Point (default) agar AP berfungsi sebagai TX (pemancar). seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

5.Lalu masuk pada bagian Wireless Æ Basic Wireless Settings dan mengubah settingan menjadi seperti gambar dibawah ini :



6.Setelah itu masuk ke bagian Wireless Æ SECURITY, pilih Wireless Encryption Protocol (WEP) dan memasukkan Passphrase : Jaringan, dan mengklik Generate maka akan muncul Key 1-4. Lalu klik Save Settings
7.Langkah berikutnya untuk menjaga AP tidak diganggu oleh user yang tidak berkepentingan maka Password administrasi AP perlu diganti yaitu dengan Masuk ke bagian Administration Æ AP Password, pada saat ini saya memakai teknik sebagai password pengganti.

Langkah ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dan langkah terakhir dalam mengkonfigurasi Access Point adalah memastikan bahwa tidak terjadi kesalahan dan antara AP dan PC sudah terkoneksi dengan baik yaitu dengan mencoba melakukan ping pada PC dan AP.

Apabila sudah terkoneksi dengan baik maka akan terlihat Reply dari tiap-tiap PC atau AP yang terkoneksi seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Selamat Mencoba,,,,,,, Semoga berhasil
read more...

Sabtu, 20 Februari 2010

KALA NAFAS CINTA TERENGGUT TANPA DAYA*

Menikah adalah satu perkara, dan djodohkan adalah perkara yang lain. Menikah adalah sunnah Rasulullah, tetapi dijodohkan bukan sunnah siapa-siapa.
Apa yang terbersit dan tiba-tiba muncul dalam benak kesadaran kita tentang penggal-penggal kalimat di atas?

Adalah Irsyad Maulana, seorang Gus atau Lora, Putra KH. Maulana Irsyad, seorang Kiai di Jati Sarana. Ia baru menyelesaikan pendidikan Sarjananya di Mesir. Ia tak habis pikir, mengapa orang tuanya tiba-tiba menjodohkan dirinya dengan Aisyah, putri KH. Bustaman Al-Banjari, ulama’ terkemuka di Banjarnegara. Dan ia tidak dapat membayangkan, bagaimana kelak ia harus tidur sekamar dengan gadis asing yang sama sekali tak dicintainya itu. Ah, dunia memang telah kembali pada titik nadir. Dunia telah ditentukan kembali oleh orang tua. Dunia telah kembali pada era 20-an, millenium kemarin. Dunia tidak modern lagi. Dunia sudah kembali ke alam ortodoks, konvensional, dan tradisional. Sejarah tidak lagi progresif, tapi regresif dan mundur ke belakang.

Stiti Aisyah, kata Abah, kau adalah gadis yang baik. Dunia akan menyanyikan simfoni kebahagiaan bila aku dan kamu saling bersanding membina rumah tangga.
Dunia yang mana?
Duniakukah? Dunia inikah? Dunia merekakah?
Bagaimana mungkin simfoni indah terdengar ketika yang melagukannya adalah orang yang tidak suka terhadapnya?
–♣ ♣ ♣ ♣ ♣–
Deskripsi di atas hanyalah penggalan episode Irsayad Maulana, salah seorang tokoh utama dalam novel Meminang Bidadari-nya Muhammad Muhyidin. Novel yang memotret realitas yang pincang dan paradigma yang bengkok tentang cinta dan perjodohan. Ya, Irsyad Maulana lebih memilih “menentang” orang tuanya sendiri. Lebih memilih Niken Hapsari ketimbang Aisyah, lantaran ia sadara sesadar-sadarnya, bahwa cinta dan kebahagiaan adalah mutlak milik dirinya, milik jiwa raganya. Bukan orang tuanya. Dan, menikah dalam baying-bayang kemunafikan adalah benar-benar penindasan. Dan penindasan, atas dasar apa pun sama sekali tidak dibenarkan. Sebuah usaha yang sulit dan jarang kita jumpai; tentang frontalitas cinta dan perjodohan dalam komunitas para “pemegang otoritas tunggal”.
Jika seorang Irsayad Maulana mampu “berontak” dan tidak bersikap naïf atas konstruksi sosial yang coba mengungkung dirinya, itu karena ia ada dalam dunia fiksi dan dikisahkan dengan terma patriarki. Tapi, bukankah karya fiksi adalah hasil proses reflektif-imajinatif seorang penulis dalam merepresentasikan realita obyektif dalam masyarakat? Dan bukankah petuah dan nasihat yang diramu dan dikemas dalam bahasa fiktif-sastra akan terasa lebih santun dan manusiawi, karena tidak melalui proses indoktrinasi, melainkan melalui proses berfikir, merenung dan kemudian menyimpulkan bahwa cerita yang ditulis dan dibaca ada korelasinya dengan kehidupan nyata?
Sekali lagi, Irsyad Maulana mampu berparadigma “kesadaran kritis”, critical conciousness__ meminjam istilah Paulo Freire dalam konsepnya tentang hierarki kesadaran __ karena ia terejawantah dalam dunia imajinasi dengan karakter “patriarki” dan superioritas maskulinisme.
# # #
Lalu, bagaimana jika kisah Irsyad terjadi pada seorang “Neng”, misalnya?
Maka izinkan saya bercerita tentang teman saya sebangku kuliah, seorang gadis bernasib “malang” yang tak kunjung reda didera nestapa. Baginya, derap hari-hari yang dilalui teramat durja. Indahnya Puncak Claket Mojokerto dengan kabut yang pelan-pelan menipis saat matahari mulai meningkahi awan, tak lagi merinaikan gelora nista yang menghunjam dalam jiwanya. Hamparan padang pinus nun jauh di atas bukit yang membiru, tak lagi membuat matanya sejuk. Sesejuk kalbunya ketika ia masih bersama dengan lelaki yang membuatnya merasa hidup, damai, tenang. Hanya penat yang tersisa. Lelah yang merenta. Gelisah yang mencadas lara. Hanya kalut yang menggelayut. Beraduk menjadi satu, menyusun hidupnya yang tak mampu untuk sejenak bernafas, sekedar mengajukan alasan dalam menentukan pasangan hidupnya.
“Aku tidak ingin punya suami yang menikahiku hanya untuk menggantikan kedudukan Abahku, meneruskan almamaterku. Aku tidak ingin menikah dengan lelaki yang menikahiku karena kehendak orang tuanya, bukan kehendak hatinya,” begitu ia pernah berkata saat saya mencoba menengahinya, bahwa cinta itu bisa dipelajari. Bahwa kita bisa belajar mencintai. Cinta itu butuh proses. Bahwa “cinta pertama” adalah nafsu, bukan cinta kasih sayang.
Ah, tahu apa saya soal cinta? Sela hatiku waktu itu.
“Aku tak pernah mengerti, kenapa Abah tega menjodohkanku dengan lelaki yang tak ku kenal, kenapa Abah tidak pernah berfikir bahwa aku sudah dewasa, aku sudah bisa memilih takdirku sendiri,” tangisnya pilu.
“Haruskah aku pura-pura mencintainya, menerimanya sepenuh hatiku, pura-pura merasa bahagia hidup dengannya? Padahal aku ingin menjdi diriku sendiri. Padahal aku ingin Abah memahamiku, mengerti keinginanku,” tambahnya. Mengambang. Pertanyaan yang tak butuh jawaban. Saya hanya diam.
Dan tiba-tiba saya teringat sebuah potongan paragraph, entah di mana saya pernah membacanya, bahwa untuk terlihat bijak, seseorang kadang memang harus bersikap hipokrit. Tapi sampai kapan ia harus hidup dalam bayang-bayang kemunafikan? Haruskah ia dengan rela membiarkan segala penderitaan ditanggung sendiri di dalam hatinya, di dalam batinnya? Haruskah ia berkeyakinan bahwa sikap nrimo pada “sabda” orang tuanya, meski jiwanya meronta-ronta, niscaya akan ada balasannya yang lebih baik di akhirat kelak?
Ya, harusnya kita jujur pada diri sendiri. Harusnya kita adalah diri kita sendiri.
Tapi akan selalu ada, meskipun sedikit, meskipun kau pikir mustahil, meskipun kau tak merasa kehadirannya__ tapi akan selalu ada orang yang berfikir sepertimu, bisa memahamimu, dan bisa menyayangimu. Tak seorang pun benar-benar sebatang kara. Kita tidak pernah benar-benar sendirian. Kata saya waktu itu, tapi hanya dalam hati, seperti kata Marina pada Elly dalam Area X Hymne Angkasa Raya-nya Eliza V. Handayani
Tapi jodoh bukan karena cinta, melainkan karena takdir. Begitu salah seorang karibku berujar.
Sampai di kontrakan saya masih termangu sendiri. Merenung dalam malam yang panjang, dalam ketidakmengertian. Dunia terasa penuh ambiguitas dan absurditas yang akut. Seolah berada pada labirin sunyi tanpa ujung, saya terus berusaha mencari-cari celah untuk menguak jawaban yang tak kunjung datang. Entahlah …
Kadang saya berfikir, barangkali kebahagiaan yang kita mimpi-mimpikan dalam hidup adalah fatamorgana. Semu. Hanya sebuah ilusi dan fantasi. Bahwa idealisme dan realisme selalu berdiri tegak secara diametris. Pada ranah ini, vitalisme dan nihilisme ala Nietzche, sang filsuf proklamator kematian Tuhan itu, membuka ruang kesdaran kita untuk kemudian merenungkannya dalam-dalam. Bahwa kita tidak benar-benar ada. Bahwa kehidupan adalah kematian. Biasanya, pada situasi seperti ini, saya kemudian teringat pada heroisme sang Samurai dalam film The Last Samurai, meski pada akhirnya apa yang ia imipikan hanyalah utopia belaka.
Suatu ketika, pada suatu babak akhir “perjuangan” di medan pertempuran, ketika ia hanya tinggal berdua dengan temannya, ia melihat dengan pandangan nanar betapa prajurit-prajurit bergelimpangan merenggang nyawa. Darah merah tumpah ruah. Jauh di keliling mereka, pasukan musuh telah mengepung dengan bendera berkibar. Api telah meninggalkan arang. Perang selalu menyisakan lara. Ia sadar sesadar-sadarnya bahwa perjuangan tetaplah perjuangan, bahwa kehidupan adalah ketiadaan. “Apakah kau yakin manusia mampu mengalahkan takdirnya?,” Tanya temannya putus asa.
“Manusia harus tetap selalu berusaha semampunya, hingga ia tahu takdirnya sendiri,” sang Samurai menjawab mantap sekaligus nyiyir.
♣ ♣ ♣ ♣ ♣
Seperti jamak terjadi, perjodohan dalam keluarga Kiai adalah hal lumrah dan seolah-olah manusiawi belaka. Bahkan juga lazim berlaku dalam masyarakat dengan tingkat strata sosial yang lain, tingkat yang lebih “rendah”. Apalagi ketika perihal perjodohan ini ditopang dengan pikiran-pikiran keagamaan, lebih-lebih disampaikan oleh mereka yang dipandang sebagai pemilik otoritas kebenaran. Lebih kesulitan lagi manakala pikiran-pikiran tersebut telah menjadi keyakinan atau diyakini sebagai agama itu sendiri. Inilah barangkali salah satu aspek penyokong kekuasaan dan alat legitimasi bagi supremasi dan hegemoni diktatoriannya “sang pemilik otoritas kebenaran”.
Selama ini ada pandangan umum yang menyatakan bahwa perempuan dalam perspektif fiqih Islam tidak memiliki otoritas penuh dalam menentukan pilihan atas pasangan hidupnya. Dalam perspektif ini, yang paling berhak menjatuhkan “keputusan” adalah ayah atau kakeknya. Maka implikasi logis yang kemudian muncul adalah adanya asumsi umum, bahwa Islam membenarkan kawin paksa. Pandangan ini dilatar belakangi oleh suatu pemahaman terhadap apa yang dalam legal-formal fiqih Islam dikenal dengan hak ijbar dan wali mujbir. Hak ijbar dipahami sebagai hak memaksakan suatu perkawinan oleh orang lain, dalam hal ini adalah ayahnya.
Jika ditelaah lebih jauh tentang terminologi ijbar dalam tata bahasa Arab, maka akan ditemukan beberapa kata yang memiliki konotasi yang sama dengannya, yakni ikrah dan taklif. Dalam bahasa Indonesia, ketiga kata tersebut diartikan sebagai paksaan atau memaksa. Dan untuk memberikan pemahaman dalam kajian ini, maka perlu dikemukakan adanya defferensiasi makna yang signifikan di antara ketiganya, sehingga mampu menghapus distorsi pemahaman keagamaan yang kerap mendudukan perempuan pada wilayah subordinat, posisi inferior, bahkan menjadi “korban pemaksaan” dengan kedok legitimasi agama.
Ikrah adalah suatu paksaan terhadap seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dengan suatu ancaman yang membahayakan jiwa atau tubuhnya, tanpa dia sendiri mampu melawannya. Sementara bagi orang yang dipaksa, perbuatan tersebut sebenarnya bertentangan dengan kehendak hati nurani atau pikirannya.
Berbeda dengan ikrah, taklif adalah suatu paksaan terhadap seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Akan tetapi, pekerjaan ini sebenarnya merupakan konsekuensi logis semata-mata dari penerimaannya terhadap suatu keyakinan. Jadi, pekerjaan tersebut lebih bersifat kewajiban karena ia telah menjadi mukallaf, karena telah dengan sadar menjatuhkan pilihannya untuk mengikuti sebuah keyakinan.
Sedangkan ijbar adalah suatu tindakan untuk melakukan sesuatu atas dasar tanggung jawab. Nah, dalam kasus perjodohan ini, pemaknaan ijbar sebagai pemaksaan kehendak sang ayah untuk menentukan pilihannya sendiri, jelas menafikan unsur kerelaan yang menjadi asas dalam setiap akad atau transaksi, termasuk akad nikah. Pemaksaan kehendak dalam menentukan pilihan dapat dikatakan sebagai ikrah. Dalam kacamata Fuqaha, pemaksaan secara ikrah mengakibatkan ketikabsahan suatu perkawinan.
☺☺☺☺
Berkait-erat dengan ketimpangan-ketimpangan realitas di atas, mungkin sebagian kita sepakat, mungkin juga menolak. Sah-sah saja. Bergantung dari mana kita membidik sebuah perspektif. Bagi “para korban” yang terjebak dalam kondisi yang memberangus kebebasan dirinya dalam memilih pasangan hidup, barangkali hanya jeritan-jeritan panjang yang mengalun bertalu-talu. Hanya nyanyian sembilu yang meranggas duka dalam liang-liang jiwa.Ya, hidup dan luka adalah dua entitas yang teramat niscaya. Dan, memilih pasangan juga bagian dari kehidupan. Maka, mengapa harus hegemoni otoritatif yang menjadi asas pijakan?
Ya, persoalan-persoalan kasuistik di atas memang bukan tanpa preseden. Dan tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk mencari kambing hitam, apalagi membuat stigma dan justifikasi. Tulisan ini hanya sekedar berusaha untuk mencipratkan spirit baru sejauh yang saya ketahui dan bisa saya lakukan, untuk sampai pada pemahaman reflektif akal budi, dan kemudian diharapkan munculnya kesadaran baru pada pembaca, entah apa pun kesadaran itu.
Maka ketika nafas cinta terenggut tanpa daya, ketika konstruksi nalar kemanusiaan kita teralienasi oleh faktor hegemoni yang “menindas”, dan ketika kita tak kuasa untuk hanya menyatakan pilihan hidup dan hanya ketakberdayaan-ketakberdayaan yang menanti dihari-hari yang muram, sejatinya kita tak lagi menjadi manusia. Kita hidup dalam ruang dominasi yang menistakan dan menafikan harkat kemanusiaan kita. Dibuat tak berdaya dan dibenamkan dalam “kebudayaan bisu”, submerged in the culture of silence. Kita dilarang untuk ambil bagian secara kreatif dalam upaya aktualisasi diri, dan oleh karenanya pada wilayah yang lebih ekstrem, kita dilarang untuk hidup.
Pada kasus perjodohan Neng di atas, ruang komunikasi yang seharusnya bebas dari unsur peksaan telah terberangus oleh “kepentingan-kepentingan parsial” belaka untuk melestarikan “status quo”. Dalam konteks komunikasi ini, perbincangan rasional di mana argument-argumen rasional berperan sebagai unsur emansipatoris tidak lagi berorientasi untuk mencapai ‘demokrasi radikal’__ meminjam istilah Jurgen Habermas__, sehingga paradigma komunikatif ini tidak lagi melahirkan kesadaran kemanusiaan yang bebas dari dominasi.
“Bukankah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua orang? Pernikahan juga menyatukan hati, sifat, kebiasaan dan perasaan dua orang yang berbeda tiap sisinya …,” begitu sergah Aida, pemeran utama dalam cerpen Suami Rahasia-nya Ikho S. Sulaikho, yang terkumpul dalam antologi cerpenya, SetengahTobat. Maka, di sinilah urgensitas komunikasi yang berhubungan dengan kognitif-teknis dan moral-prkatis, menemukan ruh relevansinya. Karena jika tidak, pernikahan yang bertujuan menciptakan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah, mustahil terejawantahkan dan tak lebih hanya sebagai omong kosong belaka. Bullshit. Dan pada titik inilah, “sang wali mujbir” telah dengan sengaja menjerumuskan anak gadisnya sendiri ke dalam kubangan penderitaan batin yang teramat panjang dan menyakitkan. Dengan bahasa yang agak “nakal”, sejatinya sang wali telah dengan tega “menjual” anak gadisnya sendiri demi setampuk kekuasaan. Sorry, there are no lowly intention to insult or humiliate.
Maka, sampai kapan “Siti Nurbaya” akan tetap ada dalam relung-relung sejarah kemanusiaan kita? Sampai kapan nafas cinta akan bebas dari keterjajahan tanpa daya? Saya kurang tahu.
Salam …
Oleh : Bahauddin Amyasi (Pujangga Kesasar)
read more...

Jumat, 19 Februari 2010

Artikel Keamanan komputer !?

Mungkin ini adalah sesuatu yang sering dibahas dalam berbagai artikel tentang komputer di seluruh blog di internet. Saya sendiri sejak komputerku terhubung dengan internet belum sekalipun menghadapi masalah yang serius dengan namanya virus. Walaupun pernah sesekali dibuat pusing olehnya
Yah setidaknya sampai artikel keamanan komputer ini ditulis !!!
Menurut aku ada 6 hal yang mesti kita lakukan supaya komputer tecinta kita nggak terkena atau terjangkit sebuah virus. Otomatis jika kita bicara kemanan komputer maka kita berbicara bagaimana mencegah virus komputer.
Sedangkan untuk urusan keamanan komputer dari aksi para maling itu diluar artikel ini ya .Disini hanya mengkhususkan diri untuk virus internet.
Berikut 6 Tips artikel Keamanan Komputer menurut Bintang Taufik :
1. Gunakan AntiVirus
Tentu saja ini yang paling penting. Mau nggak mau anti virus seperti sebuah penjaga yang akan mencegah berbagai macam virus. Oh ya! Jika nggk punya duit jangan gunakan antivirus bajakan…gunakan antivirus gratis saja. Tidak kalah hebat kok dalam membasmi virus internet.
2. UPDATE!
Jangan lupa untuk selalu mengupdate apapun demi keamanan komputer. Bukan hanya anti virus saja yang diupdate. SEMUANYA! baik itu Operating Systemnya, Software yang terinstall maupun driver. Tidak ada perangkat lunak atau software yang sempurna..pasti ada sebuah celah keamanan. Jangan percaya programmer yang berkata “Software saya sepurna dalam keamanan komputer”
Untuk menutup lubang keamanan itu kita harus update dan update. Karena virus internet juga selalu update dan update.
3. Hati-hati saat browsing
Kebanyakan virus internet menyebar dari situs porno maupun warez (mp3 ilegal, software bajakan dsb). Jika tidak mau terkena virus ya jangan kesana. Ini cara terbaik dalam mencegah virus komputer.
Tapi saya tahu anda sudah kecanduan dengan situs semacam itu. Maka daripada itu jika ada peringatan dari browser anda, lebih baik acuhkan saja situs tersebut. Atau saat berkunjung ke website itu muncul kotak dialog yang isinya meminta untuk menginstall sesuatu..sudah acuhkan saja.
Berhati-hatilah biasanya situs semacam itu menggunakan permainan kata-kata seperti sedang memberikan hadiah kepada anda. Kenyataanya itu adalah sebuah virus internet yang dapat mengganggu keamanan komputer.
4. Selalu scan file yang di download
Apapun file yang anda download walaupun itu berasal dari website yang terpercaya. Itu Harus tetap diSCAN pakai anti virus. Contohnya setelah anda mendownload ebook gratis, apa anda yakin ebook itu bebas kuman eh maksudnya bebas virus. Atau saat mendapatkan script gratis..apa benar script itu benar-benar aman.
Mencegah itu selalu lebih baik daripada mengobati
5. Hati-hati email
Salah satu penyebaran virus internet adalah melalui email. Apalagi jika mendapat email yang berisi file seperti EXE, VBS, BAT. Ditambah itu dikirim oleh orang asing…bisa-bisa virus internet itu mematikan komputer lalu reboot dan muncul pesan “Selamat Harddisk anda kapasitasnya bertambah ”
Gimana nggak bertambah, lha wong semua file dihapus.
6. Baca terus Artikel keamanan komputer
Perkembangan sebuah komputer itu berjalan seperti halnya seekor panther …cepat sekali. Mungkin artikel kemanan komputer yang anda baca 1 bulan yang lalu sudah usang termakan zaman. Jadi terus-teruslah membaca berbagai artikel komputer yang bagus seperti di blog ini
Manfaat komputer itu memang banyak sekali. Tapi disaat bersamaan juga muncul hal-hal yang merepotkan supaya keamanan komputer itu terjaga. by. blog Bintang
read more...

Kamis, 18 Februari 2010

SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER

Generasi Pertama
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.

Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik.

Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.

Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania . Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.

Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.

Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.

Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.

Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

Generasi Kedua
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.

IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputerkomputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.

Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

Generasi Ketiga
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.

Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Generasi Keempat
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil.

Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.

Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputerkomputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling
berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

Generasi Kelima
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
read more...

Rabu, 17 Februari 2010

TEKNIK MENGETIK DENGAN 10 JARI


Mengetik system 10 jari merupakan system magnetik dengan memamfaatkan kesepuluh jari tangan yang kita miliki, masing-masing jari kita mempunyai tugas untuk menekan tombol – tombol tertentu di keybord.

Tugas dari masing-masing jari dapat dilihat dalam tabel berikut :

No.
Jari-Jari           
                                         Tombol  Huruf                                     
      1.     
Kelingking
Q,A,Z
      2.     
Manis Kiri
W,S,X
      3.     
Tengah Kiri
E,D,C
      4.     
Telunjuk Kiri
R,T,F,G,V,B
      5.     
Ibu Jari Kiri
Spasi
      6.     
Ibu Jari Kanan
Spasi
      7.     
Telunjuk Kanan
Y,U,H,J,N,M              
      8.     
Tengah Kanan
I,K,Koma
      9.     
Manis Kanan
O,L,Titik
 10.     
Kelingking Kanan
P,([),(]),(;),(’), dan (/)


Tujuan system ini adalah agar kita dapat mengetik dengan cara yang cepat, dengan system ini kita tidak perlu lagi memperhatikan tombol keyboard yang akan di tekan karena jari-jari kita yang sudah terlatih dapat menekan tombol yang diperlukan tanpa harus melihat tombol keyboard.

Posisi Jari Telapak Tangan
Selama kita mengetik kita menepatkan setiap jari di tombol y disebut di sebut tombol terminal, setiap menekan tombol tertentu, jari berpindah ke tombol tersebut, kemudian kembali ke tombol terminalnya.

Adapun tombol terminal untuk masing-masing jari dapat dilihat di tabel berikut:

Jari
Posisi Jari
Kelingking Jari
A
Manis Jari
S
Tengah Kiri
D
Telunjuk Kiri
F
Ibu Jari Kiri
Spasi
Ibu Jari Kanan
Spasi
Telunjuk Kanan
J
Tengah Kanan
K
Manis Kanan
L
Kelingking
(;)

Pada saat kita meletakkan jari-jari ditombol terminal masing-masing kita harus mengatur agar beban telapak tangan kita dibagi merata pada semua jari tersebut. Apabila semua jari akan menekan semua tombol tertentu beban tumpuan dipindahkan ke jari yang lain, selama proses mengetik telapak tangan harus di angkat dan tidak boleh bersentuhan dengan keyboard maupun meja komputer, bila telapak tangan diletakkan di atas keyboard / meja kita akan kesulitan untuk menggerakkan jari-jari pada saat menekan tombol tertentu.
read more...

Sabtu, 13 Februari 2010

ATASI VIRUS RECYCLER

Pada kesempatan ini saya akan memberikan sebuah solusi, yaitu menghapus folder recycle yang merupakan tempat bersemayamnya virus tsb.
Coba kalian klik folder Recycler tsb dan tekan tombol delete. Apakah folder tsb bias di hapus? Tentu tidak kan? Lalu bagaimana caranya untuk menghilangkan folder tsb?

* Klik folder Recycler
* Tekan tombol Shift dan tahan
* Lajutkan dengan menekan tombol delete
* Setelah itu lepaskan kedua tombol tsb.

Berhasil?
Ya. Recycler sudah tidak terlihat lagi. Tapi coba hapus sebuah file yang ada di hard disk, perhatikan kembali di drive C: apakah muncul lagi Recycler? Ada lagi kan????!
Kalau gitu coba langkah berikut:

1. Klik kanan “Recycle Bin” (bukan Recycler)
2. Properties
3. Beri tanda pada Use one setting for all drives dan Do not moves files to the Recycle Bin. Remove files immediately when deleted.

Selamat mencoba, semoga berhasil.
read more...

Jumat, 12 Februari 2010

Teknis Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ45

Untuk dapat menghubungkan divais yang satu dengan divais yang lain, maka di
butuhkanlah media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat
digunakan untuk dapat menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara
umum, media tersebut adalah: Kabel (wired) dan Nirkabel (wireless).

Pada tulisan ini saya akan membahas pemasangan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan konektor RJ45 tetapi perlu kita ketahui ada beberapa tipe kabel yang dapat digunakan dalam jaringan komputer tergantung topologi jaringan yang dibuat. Untuk mendapatkan kabel UTP dan konektor RJ45 ini dapat ditanyakan di toko komponen elektronik

Ada delapan kabel kecil dalam kabel UTP tetapi yang diperlukan hanya empat kabel saja. Ada dua macam pemasangan kabel, untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan HUB/Switch menggunakan metode Straight yaitu semua anggota jaringan harus mempunyai kesepakatan susunan kabel. Setiap ujung kabelnya tidak dibuat crosslink tetapi dibuat sama, artinya jika salah satu ujung 1,2,3,6 atau 1,2,3,4,5,6,7,8 maka begitu pula dengan ujung lainnya. sedangkan untuk menghubungi dua komputer tanpa HUB/Switch, untuk dua komputer dihubungkan dengan cara crosslink.

Perangkat yang digunakan dalam pemasangan Kabel UTP adalah sebagai berikut :

1. Kabel UTP cat.5
2. Connector RJ45
3. Lan tester
4. Cramping tool
5. PC

Berikut adalah langkah-langkah pemasangan kabel UTP :

a. Merakit Kabel Cross
1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2. Susunlah urutan kabel sesuai dengan gambar di bawah ini.
3. Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4. Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6. Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?

b. Merakit Kabel Straight
1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2. Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini:
3. Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4. Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6. Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?
Jika mengacu pada warna kabel, dapat menggunakan tabel barikut:
Untuk menguji apakah ada hubungan antar PC dalam jaringan, Anda dapat menggunakan perintah ping nomor IP peserta jaringan lain. Biasanya keber- hasilan pemasangan kabel dapat pula dilihat dari lampu pada landcard atau HUB yang menyala.

Selamat Mencoba…!
read more...